Mahasiswa Informatika FTI UII Kembangkan Software Deteksi Dini Diabetes Melitus (DM) dengan IT

‘Kabar baik’ bagi mereka yang terpapar diabetes melitus (DM). Ketika penggunaan teknologi informasi menjadi hal tak terpisahkan sebagai media pendukung aktivitas medis, mereka boleh berlega. Lahirnya iptek di bidang informatika medis merupakan jawab atas permasalahan ini.

FENOMENA akan tingginya pengidap DM, menjadi kekhawatiran tersendiri. Apalagi ketika usia mereka yang terpapar juga semakin muda. Namun bagi mahasiswa Fakultas Teknik Industri (FTI) UII, keprihatinan itu tidaklah sekadar direnungkan. Sebuah penelitian sebagai tugas akhir skripsi pun diangkat, untuk melakukan deteksi dini risiko DM.

Apa yang dilakukan seorang mahasiswa di tahun 2008 ini tak hanya berhenti di situ. “Sayang kami lupa nama mahasiswa itu,” ungkap Pengelola Program Pascasarjana (PPs) FTI Dr Sri Kusumadewi, Jumat (23/7) dalam pertemuan dengan wartawan. Karena FTI kemudian mengembangkan payung penelitian Sistem Pendukung Keputusan Klinis dalam Penatalaksanaan Penyandang Diabetes Melitus.

Dari payung penelitian inilah yang kemudian lahir skripsi‐skripsi ‘lanjutan’ untuk para pengidap DM. Dan diharap dengan software modul dengan sistem berbasis web ini, studi informatika medis akan dapat dikembangkan lebih luas. “Setelah modul mengenai DM ini terintegrasi, kami segera akan melanjutkan modul informatika medis untuk kolesterol,” paparnya.

Penelitian ini diakui Sri Kusumadewi, belum terintegrasi. “Program tingkat S‐2 lah yang akan mengupayakan sistem berbasis web ini untuk terintegrasi,” ungkap perempuan yang akrab dipanggil Cici tersebut. Dan Insya Allah ungkapnya, 1 semester lagi modul terintegrasi ini akan dapat terwujud. Sri Kusumadewi boleh berangan dan berencana. Pasalnya, pascasarjana FTI juga baru mulai tahun ini. Tetapi software berbasis web ini diakuinya telah dikembangkan dalam 4 modul dengan ‘melibatkan’ 50 pasien pengidap DM dan 5 dokter dari pelbagai kota di antaranya Solo dan Yogya.

‘Tele‐medicine’
Sri Kusumadewi yang dalam pertemuan pers didampingi Ir Erlangga Fauza MCIS dan Ir Ali Parkan MT menjelaskan, software yang dikembangkan dalam 5 modul berbasis web ini yang pertamakali adalah deteksi dini risiko DM. Mengingat DM bisa ada karena usia dan keturunan juga karena gaya hidup. Modul kedua adalah penggunaan terapi yang memanfaatkan tele‐medicine. Skripsi yang ditulis Rifki (2007) dan Andika (2009) ini termasuk memanfaatkan teknologi SMS. “SMS ini bisa saja kalimatnya: besok ke RS akan disuntik insulin sekian ...cc,” papar Cici. Kemudian modul rekomendasi menu harian yang dikembangkan Adi Kurnia (2009).

“Ini tentu berbeda dengan buku diet diabetisi. Karena modul ini lebih personal, sesuai dengan kondisi penderita. Selain juga variasinya sangat luar biasa,” lanjutnya. Sedang 2 software modul terakhir yang dikembangkan Fahrurozi adalah rekomendasi latihan jasmani dan yang dikembangkan Henrizal K Arif mengenai kemungkinan komplikasi. Kedua yang terakhir ini penelitian tahun 2010 dan mahasiswanya baru akan diwisuda.

Implemetasi modul tersebut diakui Cici barulah dilakukan pada ujicoba pengidap DM. Namun respons dari kalangan medis terhadap penelitian yang sepengetahuan Sri Kusumadewi ini belum ada, diakuinya cukup bagus. “Karena itu, kami menunggu langkah terintegrasi ini bisa kami wujudkan. Untuk kemudian kami launching implementasinya secara terbuka,” paparnya. (Fsy)-a

Ditulis Oleh : Agung Prabowo ~ AGP88Blogs

Agung P Anda sedang membaca artikel berjudul Mahasiswa Informatika FTI UII Kembangkan Software Deteksi Dini Diabetes Melitus (DM) dengan IT yang ditulis oleh AGP88 yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di AGP88

0 comments:

SMS GERATIS

Back to top