Yamaha Touch 125 ’01: TouchUP Setelah Satu Dekade

Bodi ramping tenaga mesin gahar, paling pas kalau Touch disebut sebagai produk yang membayangi sport bermesin bengis. Sebut saja RG-R 150, NSR-150 dan TZM-150 di era ‘01.
Dalam konteks ini pabrikan Yamaha ingin unjuk taring, sebab Touch diklaim hanya mengantongi 125 cc, tapi 6 speed. Sedangkan rival berat nya rata-rata 150 cc. Setelah 9 tahun meluncur di pasaran, mampukah spare part daleman mesin Touch bertahan mengimbangi bengisnya power mesin ?. Dan bagaimana menyiasati perawatan Touch, seiring jadwal penggantian part baik daleman mesin serta bodinya ?. pid

SIL MAGNET SAMA DENGAN FORCE-1
Hingga saat ini bagian sil as kruk magnet di motor bebek maupun sport 2 tak acap bikin masalah. Sebab, fungsi dari sil sendiri tak seimbang dengan bagian yang diback up. Sil yang terbuat dari karet, harus bisa menahan gesekan dari gasingan as kruk dan tekanan kompresi gas segar yang dibilas di crank case. Maka tak jarang pula kebocoran kompresi berasal dari sini. “Khusus sil as kruk bagian magnet ini, dapat diaplikasi dari Alfa atau F1Z-R,” terang Yudi Cakil, tuner kawak Surabaya yang sempat mengawal tim Suzuki Indomobil era 91.

SILINCER KNALPOT MAMPAT
Aslinya memang suara Touch tak terlalu gahar saat mesin menyala di stasioner. Untuk bagian ini pemilik wajib bisa membedakan suara silencer orsi Touch, dengan suara sarangan silencer yang buntu. Maklum silencer knalpot mesin 2 tak juga berpeluang ditimbuni kerak, termasuk Touch. Tapi ciri khas silencer yang ada indikasi buntu pada knalpot Touch, performa mesinnya di top speed makin bertenaga. Sebaliknya saat gasingan bawah terkesan berat. Untuk mengatasinya, jangan dibersihkan sarangan silencer dan lebih baik ganti model sarangan. Prinsipnya perbanyak lubang di sekeliling sarangan agar suara knalpot lebih kering dan juga tak mudah buntu. Sekalian saat mengganti sarangan silencer, bersihkan juga leher dan perut knalpot dari kerak.

BUSHING KAKI BELAKANG
Bagian collar atau bushing monosok bagian atas bawah yang sering berdecit saat diayun. Kalau tak begitu, kadang bushing karet yang pecah duluan, sehingga saat pake standar tengah ada speling naik turun lengan ayun tanpa terback up monosok. Saat dipakai di jalanan drible, baru terasa efek negatif. Roda belakang terasa sliding berlawanan dengan arah saat menikung. “Tapi dipakai di jalan lurus tak ada masalah, sebab pergerakan monosok statis,” ingat Yudi. Sedang titik poros lengan ayun, berikan jadwal pemberian vet, agar bushing nya tak mudah kering dan aus.

MONOSOK
Fisik monosok, hingga saat ini bagian peredam kejut yang paling tahan dan tak ada problem yang berarti. Hanya saja profil pegas spiral yang mulai lembek. Hal ini terasa saat bodi motor belakang menerima beban, cukup lentur dan kembalinya lambat. Kalau mau repot sedkit demi mekanis monosok kembali normal, sebaiknya tambahakan ring pada spiral monosok. Ketebalannya cukup bermain di 5 mm – 8 mm, sesuai dengan bobot dominan pengendara. Tapi kalau tak mau repot, bisa langsung mengamputasi monosok milik Ninja atau RG-R 150.

BERSIHKAN RUANG WATER PUMP
Proses alami perubahan suhu panas water pump ke dingin, sering kali menyebabkan timbul kerak putih di sekeliling rumah water pump. Jika dibiarkan, rawan juga menyumbat lubang (ex) water pump sebagaimana fungsinya untuk sirkulasi air radiator. Fatalnya kerak putih ini juga bisa ngendon di poros water pump dan berpeluang menyebabkan sil geser dan sil kedap water pump bocor. Maka ibaratkan perawatan di sektor ini macam merawat bayi, berikan perlakuan khusus untuk merawatnya. “Cukup modal cutter, obeng min (2 mm) dan waterproof untuk membersihkan kerak sampai ke pori-pori,” tips Yudi.

PER STARTER
Jangan sekali-kali memaksakan mengayuh pedal starter saat motor sulit hidup, sebab cara ini paling rawan menyebabkan per starter putus. Maka kalau sampai mengalami kesulitan saat mesin trouble, lebih baik lakukan pemeriksaan lebih dulu. Paling simpel cukup menggecek percikan api di ujung busi dan bensin turun ke karbu apa nggak ? Sebab 2 rumus ini yang wajib ada. Dan pastikan anda memiliki pandangan seperti ini, sebab lebih baik membongkar dan mencari penyebab mesin sulit hidup dibanding mengganti per starternya. Pasalnya, subtitusi part nya hampir tak ada di Indonesia. “Kalau sampai rusak, mesti memesannya di bengkel suspensi mobil yang biasa ngeroll spiral dan menekuk pegas daun,” saran Yudi.

SUBTITUSI KAMPAS KOPLING
Memang perangkat ini wajib, buat sekelas motor sport sejenis Touch, saat performa mesinnya mulai lelet. Sebab, subtitusi pemakaian kampas kopling nya mudah didapat. Secara dimensi kampas kopling milik Touch sama dengan milik Tiger dan langsung pasang. “Maka saat trek di gigi 4, 5 dan 6 mulai lelet bisa langsung digantikan kampas kopling milik Tiger. Berikut perdalam pori plat kopling, biar dekapan lebih pakem,” ingat Yudi.

Sumber : http://www.ototrend.com/index.php?option=com_content&view=article id=965:yamaha-touch-125-01-touch-up-setelah-satu-dekade&catid=79:guides&Itemid=422

Ditulis Oleh : Agung Prabowo ~ AGP88Blogs

Agung P Anda sedang membaca artikel berjudul Yamaha Touch 125 ’01: TouchUP Setelah Satu Dekade yang ditulis oleh AGP88 yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di AGP88

2 comments:

SMS GERATIS

Back to top