.

Cerita Perjalanan Menuju Agast Kota Diatas Rawa Dari Asmat


Kali ini tulisan saya buat berdasarkan kisah perjalanan saya ke Indonesia bagian timur Pulau Papua lebih tepatnya kota Agast ibu kota dari Kabupaten Asmat, awal kisah perjalanan saya berawal dari liburan ke saudara, sekalian melihat potensi alam dan komediti ekonomi disana, saya akan mencoba memaparkan dengan detail gambaran dari kota ini.

Awal perjalanan saya awali dari kota kelahiran saya lamongan, untuk menuju kesana ada dua pilihan alat transportasi, yang pertama malalui udara dari Bandara Juanda Surabaya -  Timika dari Timika kita bisa melanjutkan perjalanan dengan pesawat perintis ke Bandara Agast atau dari timika kita bisa melanjutkan dengan kapal Fery Timika - Agast. yang kedua mengunakan jalur laut yaitu mengunakan kapal fery dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya - Pelabuhan Agast dengan waktu jarak tempuh kurang lebih 9 hari.

Saya memutuskan mengunakan jalus laut dengan kapal fery, dengan pertimbangan tujuan saya berlibur jadi saya banyak waktu tidak tergesa-gesa, dengan mengunakan kapal fery kita bisa lebih mudah bersosialisasi, kita bisa lebih banyak waktu untuk berkenalan dan mencari teman sesama penumpang dan kru kapal dari pada saya harus naik pesawat. dari sisi lain mengunakan kapal fery lebih hemat biaya daipada dengan angkutan udara, kebetulan saya mengambil kelas ekonomi.. maklum sekalian mbolang...

Pak SBY "Susilo Bambang Yudoyono" Musuh Bersama Rakyat Indonesia

Saya akui saya orang yang awam soal politik. yang dimana buat saya politik adalah suatu ambisi seseorang/kelompok untuk mewujudkan kekuasaan, dimana bisa saja kekuasaan tersebut membawa kebaikan sebaliknya bisa membawa keburukan. jujur selama ini saya mempunyai hak politik dalam hal ini pemilihan umum baik pemilihan presiden, kepala daerah gubernur, bupati/walikota, dan pemilihan anggota legislatif saya ingat betul baru empat kali saya mengunakanya, yaitu dalam dua kali pemilihan presiden tahun 2009 dan 2004, sekali dalam pemilihan bupati "saya tinggal/berdomisili di kabupaten" dan sekali pemilihan gubernur, selebihnya saya memilih golput dalam pemilihan anggota legislatif. karena saya merasa pemilihan legislatif bagaikan beli kucing dalam karung, saya tidak mengenal satu persatu anggota calon anggota dewan terhormat tersebut yang muncul dimusim kampanye mengumbar janji dan perlahan menghilang dengan berjalanya waktu, jika sudah terpilih mencerminkan sekumpulan anak TK yang tidak patut dicontoh.

SMS GERATIS

Back to top