.

Para Pemburu Gaharu dari Asmat

Dalam postingan kali ini saya akan berbagi cerita dari pedalaman papua, tepatnya dari Kabupaten Asmat Papua Barat, sebuah kota kecil degan potensi hutan gaharu yang sudah terkenal sejak masa penjajahan belanda, asmat terkenal juga dengan kota atas air, diakrenakan kota ini dibangun diatas rawa dengan mayoritas rumah pangung dan jembatan dari kayu, mayoritas masyarakat disini berpenghasilan mengantungkan hidupnya dari  hutan dan sungai, dari hutan ada potensi kayu gaharunya yang terkenal dengan kualitas ekspor dan sungainya terkenal dengan ikan-ikan monsternya.
Disini juga terdapat pemburuan buaya dan kura-kura moncong babi dengan nilai ekonomi yang sangat tinggi, namun kali ini saya tidak akan membahas kedua potensi tersebut dikarenakan keduanya merupakan hewan lindung jadi otomatis kegitan tersebut merupakan kegiatan ilegal. Saya akan mengulas tentang potensi kayu gaharu (agar wood) , kayu ini tersebar disemua wilayah hutan asmat, sehingga besar masyarakat mengantungkan hidupnya dari kayu gaharu.
Kayu gaharu sendiri merupakan komoditi eksport dalam bentuk kayu/ cair, kayu ini merupakan bahan dasar dari beberapa produk diantaranya adalah parfum dan dupa, dan masih banyak lagi produk turunan yang dihasilan.
Cerita saya awali dari lokasi perburuan gaharu, masyarakat sini menyebutnya bevak / merupakan kam kecil, dimana masyarakat membangun kelompok kampung kecil yang terdiri dari beberapa keluarja saja, mereka berkumpul masuk kepedalaman huntan untuk berburu kayu gaharu, yang unik dari perburuan ini adalah yang diburu merupakan kayu mati yang sudah lama dan tertimbun tanah lumpur, kedalaman kayu bisa 1 sampai 2 meter dalam tanah. Jadi dalam pencarian mereka mengunakan alat besi/kayu, sebuah alat dari besi/kayu bulat dengan ujung runcing dengan pengait/ seperti ujung mata tombak, alat ini ditancap-tancapkan kedalam tanah berfungsi untuk mencari keberadaan kayu, bila sudah diketemukan keberadaan kayu meraka akan memulai pengalian dengan tangan kosong, dan mengangkat kayu ke atas tanah. Setelah terangkat kayu akan dipikul keluar hutan melewati jalan bantalan yang terbuat dari pohon/rangkaian ranting yang ditumbangkan berjajar memanjang.
Dari sedikit gambaran proses pengambilan kayu gaharu tidak semudah yang dibayangkan, salain beresiko terjatuh dari bantalan dengan beban berat yang bisa berakibat fatal patah tulang, resiko lain dalam perburuan yaitu diserang hewan liar terutama Babi Hutan, Kasuari, dan hewan kecil lainya yang tentunya juga menyiksa seperti Nyamuk, lalat babi, lintah yang sama dengan nyamuk juga menghisap darah.
Dari hasil perburuan masyarakat terkadang pulang dengan tangan kososong, tapi masyarakat tidak perlu kuatir karena biasanya untuk biaya hidup dalam cam akan ditangung pedagang meskipun sistemnya diberikan pinjaman dulu akan dipotong saat ada hasil penjualan kayu. Selain itu untuk konsumsi makan mereka masih bisa mengandalkan alam, dimana mereka masih memangkur sagu, bikin tepung sagu sebagai penganti beras, untuk lauk mereka biasanya berburu hewan  baik burung, ikan, buaya dimalam hari.

Dari segi penghasilan ternyata nominalnya sunguh fantastis bagi saya sebagai pendatang, untuk kayu kualitas biasa atau masyarakat sini menyebutnya TGC dihargai 30-50ribu/kilogram “saya masih meragukan kualitas timbanganya” untuk satu kali angkat biasanya masyarakat maximal mampu angkat 15 kg. untuk kayu hitam, gubal, kayu dengan getah hitamnya biasanya terdapat pada batang kayu, tidak semua kayu gaharu terdapat kayu ini, kelas low atau masyarakat menyebutnya kacangan dihargai 300.00 -500.000/kilogram, untuk kualitas medium perkilonya 20.000.000/kilogram, untuk kualitas super tembus harga 100.000.000/kilogramnya, fantastis bukan untuk sebuah nominal dipedalaman. Pantas bila ini jadi magnet bagi pendatang untuk ikut berburu kayu mulai dari jadi pencari/pedagang.
Dalam system kemasyarakatan masih memegang teguh aturan adat dan kearifan lokal, sehinga dalam pemburuan tidak sampai merusak hutan, selain itu masyarakat juga sadar akan pentingnya melestarikan hutan demi kalangsungan hidup anak cucu mereka. Yang paling unik dari masyarakat yang saya jumpai mereka sangat hormat dan tunduk kepada kepala kampung, ataupun ketua adat.

Cerita Perjalanan Menuju Agast Kota Diatas Rawa Dari Asmat


Kali ini tulisan saya buat berdasarkan kisah perjalanan saya ke Indonesia bagian timur Pulau Papua lebih tepatnya kota Agast ibu kota dari Kabupaten Asmat, awal kisah perjalanan saya berawal dari liburan ke saudara, sekalian melihat potensi alam dan komediti ekonomi disana, saya akan mencoba memaparkan dengan detail gambaran dari kota ini.

Awal perjalanan saya awali dari kota kelahiran saya lamongan, untuk menuju kesana ada dua pilihan alat transportasi, yang pertama malalui udara dari Bandara Juanda Surabaya -  Timika dari Timika kita bisa melanjutkan perjalanan dengan pesawat perintis ke Bandara Agast atau dari timika kita bisa melanjutkan dengan kapal Fery Timika - Agast. yang kedua mengunakan jalur laut yaitu mengunakan kapal fery dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya - Pelabuhan Agast dengan waktu jarak tempuh kurang lebih 9 hari.

Saya memutuskan mengunakan jalus laut dengan kapal fery, dengan pertimbangan tujuan saya berlibur jadi saya banyak waktu tidak tergesa-gesa, dengan mengunakan kapal fery kita bisa lebih mudah bersosialisasi, kita bisa lebih banyak waktu untuk berkenalan dan mencari teman sesama penumpang dan kru kapal dari pada saya harus naik pesawat. dari sisi lain mengunakan kapal fery lebih hemat biaya daipada dengan angkutan udara, kebetulan saya mengambil kelas ekonomi.. maklum sekalian mbolang...

8 Tips Memulai Usaha Toko Adventure


Kegiatan adventure dan traveling semakin marak di kalangan mahasiswa hingga karyawan swasta. Selain menyenangkan, kegiatan di alam bebas juga memacu adrenalin dan memberi tantangan tersendiri bagi peminatnya. Kegiatan ini tidak hanya sebagai pengisi waktu liburan saja, namun juga sebagai sarana berolahraga.

Banyak yang bilang bahwa olahraga jenis ini termasuk olahraga yang cukup mahal. Kegiatan adventure seperti hiking atau naik gunung tentunya membutuhkan peralatan yang safety procedure dan sesuai dengan sandar. Hal ini tidak luput dari perhatian para pengusaha-pengusaha yang mulai memanfaatkan penjualan travelgear sebagai bisnis yang sangat menguntungkan. Apa saja yang dapat dilakukan untuk memulai bisnis toko adventure? Simak beberapa tips berikut ini.

Miliki hobi berpetualang
Petualangan tentunya menambah pengalaman dan teman baru. Banyak kisah unik yang akan didapat ketika menjelajah suatu tempat. Semakin Anda mencintai hobi ini, semakin Anda tahu apa saja yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ini.

Sebagai contoh Anda adalah seorang pendaki gunung, tentunya akan mencari jenis tas yang nyaman dan ringan di punggung, sepatu jenis apa yang tidak membuat kaki mudah terkilir, tenda seperti apa yang dapat menahan dari hujan dan badai, hingga peralatan pendakian lainnya.

Selain itu, sebagai pendaki gunung, Anda tentu memiliki banyak teman dan jaringan yang tersebar luas karena pengalaman mendaki. Teman-teman tersebutlah yang nantinya akan menjadi target pasar. Mereka tentu membutuhkan Anda untuk menyediakan travel gear yang menjadi kebutuhan mereka.

Bila barang-barang yang Anda jual cukup lengkap, mereka tentu akan mempromosikan toko adventure milik Anda kepada teman sependakian yang lainnya, apalagi jika memiliki harga yang cukup terjangkau.

Jika Anda tidak menyukai kegiatan ini sedikitpun, Anda dapat berkonsultasi dengan teman-teman yang mengerti dengan bidang ini.

Cari lokasi yang strategis
Pastikan lokasi toko yang akan dibuka berada ditempat yang dekat dengan berdirinya sebuah komunitas pecinta alam. Bisa juga menjadikan toko sebagai tempat nongkrong mereka. Semakin ramai toko Anda, semakin menarik perhatian pelanggan lain karena penasaran dengan apa saja yang dijual di dalam toko Anda.

Beri nama yang unik pada toko Anda
Pelanggan akan tertarik dengan nama yang unik dan mudah diingat. Kebanyakan toko adventure menggunakan nama atau puncak gunung sebagai nama depan, dan menambahkan kata outdoor sebagai nama belakang. Carilah nama atau puncak gunung yang paling digemari pelanggan Anda agar mereka mudah mengingatnya.

Lakukan survey tentang merek yang paling digemari
Saat ini mendaki gunung bukan sekedar olahraga saja, tapi juga sebagai status sosial. Semakin mahal peralatan yang mereka pakai, semakin diakui statusnya dalam suatu komunitas. Semakin banyak barang bermerek yang melekat di tubuh seorang pendaki gunung, semakin ia disegani oleh pendaki lain yang hanya menggunakan travel gear buatan lokal.

Untuk mengatasi hal seperti ini, Anda dapat menyediakan produk lokal dan luar negeri. Utamakan produk lokal sebagai barang yang akan dipamerkan di toko Anda. Selain harganya yang terjangkau, barang-barang ini juga banyak diminati kalangan pelajar.

Sementara untuk produk buatan luar, dapat disiasati dengan memamerkan beberapa merek saja. Bila laris manis, pastikan pelanggan memesan kepada Anda dan serius untuk membeli barang tersebut ketika Anda memesan kepada distributor.

Aktif di media sosial
Media sosial seperti twitter dan facebook sangat membantu penjualan travel gear Anda. Bergabunglah dengan grup-grup yang aktif dalam dunia pendakian dan petualangan. Selain itu juga dapat mengikuti akun-akun komunitas dan mempromosikan toko yang baru dibuka kepada mereka. Mereka akan sangat antusias dengan barang yang Anda jual, terlebih lagi bila toko tersebut sering mengadakan kuis di twitter atau memberikan diskon.

Unggah foto-foto travel gear yang tersedia di toko Anda berikut harganya. Berikan keterangan tentang keutamaan produk tersebut. Contohnya Jual jaket waterproof, bisa sekaligus dipakai sebagai jas hujan, bahan ringan, cepat kering dan sebagainya.

Tulis keterangan tersebut dengan bahasa yang mudah dipahami sehinga calon pembeli memiliki keinginan besar untuk memesannya. Jangan segan-segan mengundang mereka ke toko Anda untuk melihat peralatan lain.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan calon pelanggan dengan ramah. Biasanya mereka akan bertanya tentang merek apa saja yang dijual di toko Anda. Atau menanyakan ketersediaan barang yang mereka butuhkan. Anda bisa menawakan berbagai macam produk travel gearlain yang tersedia di toko.

Buat portal pribadi seperti website atau blog
Dengan menggunakanmedia ini tentu dapat mengulas barang-barang yang Anda sediakan semaksimal mungkin. Foto-foto juga bisa dikelompokan tergantung jenis barangnya. Pembeli lebih mudah memilih barang yang mereka butuhkan hanya dengan mengklik foto dan menambahkan ke keranjang belanja online.

Untuk desain web/blog yang maksimal, Anda dapat menyerahkannya kepada web master. Hal ini membuat toko outdoor Anda semakin diakui kualitas dan keberadaannya.


Jadilah sponsor pada acara pendakian massal
Pendakian massal adalah acara yang sudah tidak asing lagi akhir-akhir ini. Kebanyakan pendaki pemula memanfaatkan pendakian massal sebagai tempat pertama kalinya mereka belajar tentang pengalaman pertama mendaki gunung, dikarenakan acara tersebut sudah tentu diadakan oleh pendaki-pendaki yang lebih senior dan berpengalaman.

Biasanya, untuk menjalankan acara tersebut, panitia membutuhkan sponsor kepada perusahaan dan toko-toko outdoor dengan perjanjian meletakkan logo dari perusahaan dan toko tersebut di banner/spanduk pendakian massal yang akan mereka laksanakan.

Anda dapat berpartisipasi sebagai donatur, tidak hanya berupa materi namun bisa juga memberikan kupon diskon setelah membeli produk yang hanya tersedia di toko Anda, atau menyewakan sebagian peralatan untuk keperluan pendakian, bisa juga menyediakan sertifikat pendakian massal.

Anda juga bisa mendonasikan sejumlah uang dan melakukan penawaran dengan panitia untuk mempromosikan atau sekedar mengulas produk di akun sosial mereka. Mereka tentu memiliki banyak pengikut sehingga dapat membuat toko outdoor Anda semakin banyak dikunjungi.


Sewakan beberapa peralatan pendakian
Cobalah untuk menyewakan beberapa barang seperti tas, tenda, kompor dan peralatan kelompok yang lainnya. Anda dapat melakukan survey ke beberapa toko outdoor untuk mendapatkan harga standar dan ketentuan untuk penyewaan setiap barang.

Sewakan peralatan yang cukup kuat dipakai berkali-kali sehingga pelanggan tidak ragu untuk menghubungi Anda kembali. Jadikan penyewaan ini sebagai sampingan saja, fokus Anda tetap pada penjualan barang.

Memulai usaha travel gear sudah dipastikan sangat menguntungkan. Tidak sedikit toko outdoor yang mulai membuka cabang karena keuntungan yang diraih lumayan besar. Jangan ragu untuk memulainya dan melihat sendiri bagaimana antusiasme para pendaki gunung saat membeli travel gear baru. Usaha ini akan terus berjalan selama gunung-gunung di Indonesia masih bisa didaki.

Demikian sekilas artikel tentang tips mudah memulai usaha toko adventure, semoga bermanfaat bagi para pembaca khususnya bagi para pecinta pendaki gunung. Sekian dan terimakasih.

7 Kesalahan Pebisnis Rumahan

Banyak kisah pengusaha rumahan atau pebisnis yang menjalankan bisnis di rumah menuai sukses. Tapi banyak juga orang yang menjalankan bisnisnya di rumah mengalami kegagalan.

Jika Anda sedang merencanakan membuka bisnis sendiri di rumah, berikut ini kesalahan-kesalahan yang harus Anda hindari agar usaha bisa sukses:

1. Menjalankan pekerjaan hanya sebagai hobi
Bisnis di rumah juga memerlukan banyak aktivitas dan tidak lebih enteng dari kerja di kantor. Lakukan bisnis di rumah sebagai pekerjaan utama, bukan hanya semata hobi atau sekadar mengisi kekosongan waktu. Bila Anda melakukannya sebagai hobi, usaha Anda akan sulit berkembang. Maka: jangan malas bangun pagi, konsisten dan patuhi jadwal pekerjaan, dan disiplin untuk bekerja di jam kerja.

2. Menganggap bekerja di rumah tak perlu rapi
Ada beberapa orang yang beranggapan bahwa kerja di rumah bebas dalam berpakaian. Hanya bercelana pendek dan kaus singlet pun jadi. Benarkah seperti itu? Rasanya tidak. Apa pun jenis bisnis yang Anda pilih, berpenampilan rapi tetap penting. Misalnya Anda berjualan ikan hias di rumah, kemudian melayani pembeli yang datang ketika Anda belum mandi dengan rambut awut-awutan dan baju tidur kusut. Kira-kira pelanggan tersebut akan kembali atau tidak? Rasanya tidak. Jadi, bebas boleh, tapi tetap jaga kesopanan.

3. Tak perlu jam kerja
Keuntungan kerja di rumah adalah waktu kerja fleksibel. Benarkah seperti itu? Bila beranggapan seperti itu, coba Anda tanyakan kepada mereka yang sudah sukses menjalankan bisnis di rumah. Apakah mereka hanya bersantai dan uang datang sendiri? Bersiaplah mendapatkan jawaban mengagetkan, bahwa mereka bekerja layaknya pekerja kantoran—bahkan lebih sering lembur! Anda harus menetapkan jam kerja yang harus dipatuhi dan bekerja secara disiplin di rumah sesuai skala prioritas yang sudah ditentukan.

4. Tak perlu menetapkan target
Target sangat penting untuk ditetapkan untuk fokus pada pekerjaan yang harus diselesaikan. Tanpa target, kita akan kebingungan dalam menjalankan bisnis—apa yang harus dilakukan ke depan dan bagaimana mencapai tujuan tersebut. Jadi, pemilik bisnis rumahan tetap harus memiliki target jangka pendek, menengah, dan panjang. Sebagai contoh: menghubungi prospek bisnis tiga orang dalam sehari. Bila hal ini dilakukan dengan disiplin, pasti Anda akan mendapatkan hasil yang menggembirakan.

5. Tidak memisahkan waktu kerja dan waktu untuk keluarga
Salah satu godaan paling berat dalam menjalankan bisnis di rumah adalah memisahkan waktu kerja, waktu bermain, dan waktu untuk keluarga. Tidak memisahkan ketiga waktu tersebut secara jelas dan tegas akan menimbulkan stres dan mungkin akan kehilangan hasil terbaik dari ketiganya. Anda juga harus memberikan pengertian kepada keluarga bahwa Anda mempunyai waktu bekerja, dan pada waktu-waktu itu harus diberikan keleluasaan untuk bekerja. Begitu pula ketika Anda sedang berkumpul dengan keluarga, sebaiknya Anda melupakan segala pekerjaan Anda.

6. Hanya menyediakan produk, tanpa memikirkan nilai
Sebagian pebisnis rumahan hanya menyedikan produk dan tidak mau memikirkan apa nilai lebih dari produknya. Misalnya Anda menjalankan bisnis laundry, jangan hanya menawarkan jasa laundry kepada pelanggan. Berikan “nilai lebih” kepada pelanggan misalnya selesai tepat waktu, tak ada noda tersisa, dan baju dijamin wangi.

7. Tidak mencatat pembukuan dengan baik
Tidak memisahkan mana uang bisnis dan uang keluarga sering menjadi awal dari kehancuran bisnis rumahan. Keuangan bisnis harus benar-benar terpisah dari keuangan keluarga. Jangan menggunakan sistem tambal sulam. Caranya, pisahkan rekening bisnis dan rekening keuangan keluarga. Dan jangan lupa, catat dengan rinci dan teliti keuangan bisnis Anda, baik uang keluar maupun uang masuk.

Selamat mencoba. Sukses selalu untuk Anda!
Oleh : Andrie Wongso

Biografi Dr. Ir. Ciputra

Dr. Ir. Ciputra/Tjie Tjin Hoan
Parigi, 24 Agustus 1931
Dr. Ir. Ciputra lahir di kota kecil Parigi, Sulawesi Tengah pada tanggal 24 Agustus 1931 dengan nama Tjie Tjin Hoan, ia anak ke 3 dari pasangan Tjie Sim Poe dan Lie Eng Nio yang juga berlatar belakang keluarga sederhana. Ketika berusia 12 tahun ia kehilangan ayahnya yang meninggal di tahanan tentara pendudukan Jepang karena tuduhan palsu dianggap mata-mata Belanda. 

Pentingnya Memegang Teguh Impian

Ir. Ciputra
Twitter : @CiputraWay
Facebook : Ir. Ciputra
Semua tentu pernah mengetahui sedikit banyak tentang apa yang terjadi di negeri di akhir dekade 1990-an lalu. Titik nadir keterpurukan ekonomi banyak negara termasuk Indonesia terjadi pada 1998. Banyak perusahaan kolaps dan iklim bisnis porak poranda.

5 Media Sosial yang Kerap Digunakan Berjualan

Sudah tak diragukan lagi, fungsi jejaring sosial sekarang telah beralih dari ajang pertemanan menjadi arena untuk berbisnis. Lihat saja, berbagai produk baik barang maupun jasa di dipromosikan dan marak dijual lewat sejumlah media sosial.

Seperti dilansir dari CNN Money, Minggu (3/11/2013), sejauh ini hampir 75% pebisnis kecil tercatat telah memanfaatkan media sosial guna memperlancar usahanya. Buktinya di Indonesia, Anda bisa menemukan banyak produsen atau sales yang memasarkan produknya lewat Facebook. Sejumlah foto berisi contoh gambar produk dan daftar harga banyak terpampang di media sosial tersebut.

Jangan Pernah Takut Dengan Problematika

Ir. Ciputra
Twitter : @CiputraWay
Ada seorang anak muda. Di Jakarta. Dia sukses. Apa yang dia tidak punya? Semua ada. Tiba-tiba, dia jatuh bangkrut. Segala yang dimiliknya ludes. Bahkan masih menyisakan hutang: pokok dan bunga.

Jika hal itu Anda yang mengalami, apa yang akan Anda lakukan? Gantung diri? Meloncat dari gedung bertingkat 40? Atau Anda menerima keadaan itu dengan pasrah tanpa ada upaya untuk kembal bangkit?

Mengelola Uang Ala Keturunan Tionghoa

Dwita Ariani, MM. RFARIFATwitter: @BundaWita
Financial educator dari Zelts Consulting
Sekitar 7 dari 10 orang terkaya di Indonesia dan beberapa negara di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Filipina adalah keturunan Tionghoa. Tentu kesuksesan mereka tak lepas dari latar belakang budayanya.

Rahasia Bisnis Rosulullah

Sebelum menjadi seorang rasul, Nabi Muhammad SAW sangat terkenal sebagai seorang pedagang besar. Nabi telah diakui oleh banyak orang sebagai salah satu businessman terbaik di jazirah arab. Beliau memulai membantu keluarganya berdagang di usia sangat dini. Seringkali, di usianya yang masih belia, Nabi Muhammad SAW diutus sebagai perwakilan dagang kota Mecca (Makah) untuk berdagang di kota lain. Puncaknya, ketika berusia 25 tahun, beliau menikah dengan Khadijah, seorang businessman sekaligus wanita paling sukses di Mecca. Karir beliau pun tidak hanya terbatas di Mecca atau Saudi Arabia, namun sampai Yemen, Oman, dan seluruh Jazirah Arab. Terlepas dari apapun agama kita, tentu belajar dari Nabi Muhammad SAW dalam bidang bisnis bukanlah hal yang sia-sia. Beliau telah membuktikan metode yang digunakannya berhasil mengatarkannya menjadi salah satu businessman paling sukses dalam sejarah Jazirah Arab. Seperti yang telah dikupas tuntas dalam buku popular “Rasulullah Business School”, berikut adalah 11 rahasia bisnis Rasulullah yang dapat disimpulkan.

Sisi Lain Al Capone – Pebisnis Besar Amerika di Masanya

“Perkataan Anda harus menjadi pegangan Anda,”
Al Capone

Tidak, Anda tidak salah baca. Alphonse Capone, atau biasa dikenal dengan Al Capone, salah seorang kriminal paling terkenal di Chicago, Amerika, dan bahkan di dunia. Kata “kriminal” sering diasosiasikan dengan si Scarface Al Capone. Tercatat sebagai pelaku kriminal yang paling ditakuti di Amerika, ternyata Al Capone juga mempunyai sisi lain yang menarik. Tahukah Anda bahwa di masanya Al Capone adalah salah satu pebisnis paling sukses di Amerika, dengan memiliki lebih dari 300 perusahaan, penghasilan ratusan juta Dollar (setara dengan Milliaran Dollar kalau sekarang), serta membuka lapangan kerja bagi ribuan orang, di usianya yang masih 22 tahun ketika itu? Tidak berhenti sampai disana, di usianya yang masih 20an, Al Capone sudah dianggap sebagai “Robin Hood” modern, karena menyumbangkan banyak sekali penghasilan perusahaannya untuk amal.

Cara Memperkuat Koneksi Bisnis

Jadilah orang yang berarti untuk koneksi Anda, maka Anda juga
akan mendapatkan koneksi baru yang sangat banyak.
Freddy Istanto – Ketua Surabaya Heritage

Tidak peduli bisnis apapun, koneksi atau network adalah hal yang wajib dipunyai. Entah itu koneksi dengan pelanggan, supplier, rekanan, dan juga dengan investor. Pebisnis yang sukses biasanya mempunyai koneksi sangat kuat. Ketika Anda sedang kesulitan, koneksi-koneksi yang Anda miliki akan sangat membantu, apalagi bila level koneksi Anda bukan hanya “kenal”, tapi juga “dekat”. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk memperkuat koneksi bisnis Anda.

Menghasilkan Uang dari Blog atau Website anda Lewat Iklan

Meskipun banyak orang di Indonesia ingin mendapatkan uang dari blog atau website, pasar internet sendiri masih kecil di Indonesia sehingga tidak bisa menarik pemasang iklan yang ingin memasarkan produk atau jasa mereka lewat website. Untuk lebih jelasnya, Indonesia memiliki sekitar 30 juta pengguna internet, sedangkan China memiliki sekitar 384 juta pengguna internet di tahun 2009. Perbedaan ini sangat mencolok dan menjelaskan kesulitan yang  kami, orang Indonesia, hadapi dalam mencari uang lewat blog.

Mungkinkah Berhenti Kerja Sekarang?

Pertanyaan: Usia saya 32 tahun dan saat ini bekerja dengan gaji Rp 3 juta per bulan. Saya punya bisnis sampingan, misalnya produksi arang dari batok kelapa dan beternak kroto. Mungkinkah saya mengakhiri pekerjaan sebagai karyawan dan fokus berbisnis yang sudah berjalan itu?

Hendri Yadi

Halo Pak Hendri,

Pertanyaan Anda sangat menarik. Di usia muda dan produktif Anda sudah memiliki bisnis sekaligus menjadi seorang pegawai. Sering kali alasan seseorang menjadi pegawai karena rasa aman dengan gaji pasti setiap bulan guna membiayai kehidupan sehari-hari. 

Masyarakat di lingkungan kita memang, pada umumnya terdidik dengan mental untuk menjadi pegawai. Ingat saja saat orang tua kita berkata, “Sekolah yang bener supaya dapat nilai bagus, biar kalau sudah lulus, gampang dapat kerjaan bagus.” Tak heran jika di Indonesia, saat ini jumlah pengusaha tidak sampai 2 persen dari jumlah penduduk.

Sedia Dana Sebelum Tua

Bekerja tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masa sekarang/saat ini, namun juga untuk tabungan di masa depan yang dapat digunakan misalnya untuk pendidikan anak, hari tua, dan berbagai keperluan lainnya baik yang terencana maupun tidak terencana atau bahkan tidak terduga.

Bagi sebagian besar karyawan yang bekerja di perusahaan, tabungan hari tua, asuransi kesehatan, dan berbagai tunjangan lainnya sudah dipikirkan oleh perusahaan tempat karyawan tersebut bernaung dengan cara pemotongan pendapatan tiap bulannya untuk biaya-biaya tersebut.

Namun bagaimana dengan kesejahteraan para Wiraswastawan?

Yang dimaksud wiraswastawan disini adalah seseorang yang tidak terdaftar sebagai karyawan di suatu perusahaan tertentu seperti dokter, penulis lepas, fotografer professional, hingga konsultan di berbagai bidang. Pada prinsipnya wiraswastawan berbeda dengan karyawan, ketika wiraswastawan berlibur, maka pemasukan bagi mereka juga akan berhenti, hal ini terjadi karena wiraswastawan memilki bisnis dan bekerja dalam bisnis tersebut sebagai sumber pendapatan tunggal.

Wirasawatawan harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan kesejahteraan yang diperoleh. Tetapi dengan ketelitian dan kecermatan mengalokasikan pendapatan, bukan hal mustahil mereka bisa menikmati hidup seperti pemilik bisnis.

Sebagai Solusinya???

wiraswastawan disarankan untuk memiliki asuransi, seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, tabungan, ataupun investasi untuk hari tua guna kelangsungan hidupnya ketika sudah tidak bekerja lagi.

Beberapa hal perlu diperhatikan ketika mengambil asuransi kesehatan misalnya rawat inap, rawat jalan, jenis penyakit yang ditanggung, harga maksimum kamar yang ditanggung, hingga alokasi dana obat-obatan. Asuransi jiwa juga bisa diambil jika masih ada tanggungan seperti anak yang masih sekolah, atau untuk meninggalkan warisan.
Pendapatan wiraswasta memang tidak bisa dipastikan besarnya perbulan, tetapi biasanya bisa dibuat rata-rata atau estimasi pendapatan minimal. Jumlah dana yang bisa disimpan untuk berbagai alokasi ini biasanya 10% hingga 20% dari penghasilan yang diperoleh, tetapi bisa ditambah ketika ada penghasilan tambahan.
Pada prinsipnya persiapkan untuk diri sendiri dan pasangan terlebih dahulu, karena anak bisa diangap sudah mandiri ketika wiraswasta berhenti bekerja, kecuali selama masa bekerja bisa menyimpan dana lebih banyak untuk diwariskan atau tunjangan anak.

SMS GERATIS

Back to top